Dongkrak Kreativitas Warga Joyotakan, PPKwu LPPM UNS beri Pelatihan Ecobrick dari Sampah Rumah Tangga Non-Organik

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Joyotakan (10/08) Dalam rangka usaha mengurangi sampah rumah tangga non-organik,  Pusat Pengembangan Kewirusahaan (PPKwu) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret  telah  mengadakan kegiatan pelatihan ecobrick bagi anggota Bank Sampah Sejahtera yang terletak di RW 05 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Bank sampah ini didirikan pada tahun 2016 dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup dan pengelolaan persampahan. Kegiatan pelatihan ecobrick ini merupakan rangkaian dari program pengabdian masyarakat Universitas Sebelas Maret dengan Dr. LV. Ratna Devi Sakuntalawati, M.Si sebagai Ketua dan Irsyadul Ibad, S.AB, M.Ed, M.Si sebagai anggota tim. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah pendopo Bank Sampah Sejahtera pada tanggal 10 Agustus 2020 yang diikuti oleh 20 orang anggotanya.

 

Dr. LV. Ratna Devi Sakuntalawati, M.Si selaku ketua pengabdi mangatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu usaha pengolahan sampah non organik menjadi produk kreatif yang  nantinya dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual sampah non-organik yang selama ini masih dijual dalam bentuk plastik dan botol plastik.

 

Dalam kegiatan ini, Ibu-ibu bank sampah Sejahtera praktik ecobricks dengan memasukkan plastik ke dalam botol plastik hingga benar-benar padat dan keras. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Nimas Sekarlangit selaku instruktur ecobrick. Nimas Sekarlangit mengatakan bahwa ecobrick merupakan salah satu metode pengolahan sampah non-organik yang efektif dalam mengurangi jumlah sampah. Untuk membuat ecobrick, masyarakat hanya memerlukan bahan-bahan sederhana seperti botol plastik, sampah plastik, dan sebilah batang kayu sebagai alat pendorong. Sampah plastik nantinya akan dimasukkan ke dalam botol plastik ukuran 600 ml. Berat sampah plastik minimal 1/3 dari ukuran botol (dalam gram). Dari pelatihan ini, ibu-ibu bank sampah Sejahtera mampu membuat 2 kursi dengan masing-masing kursi menggunakan 19 botol plastik ukuran 600 ml dan sampah plastik sebanyak 3,8 kg. Kemudian kursi dihias dengan triplek dan busa yang sudah dipotong sesuai ukuran kursi untuk menambah kenyamanan bila digunakan sehari-hari.

 

Ecobricks ini dapat digunakan untuk meja dan kursi, pot tanaman, pagar dan anak tangga. Para peserta pelatihan praktik ecobricks sangat antusias dan tertarik  untuk mengikuti jalannya kegiatan dari awal sampai akhir. Irsyadul Ibad menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan pola pikir kreatif ibu-ibu bank sampah sejahtera dapat terasah. Kegiatan pelatihan praktik ecobricks ditutup pukul 14.30. Hasil akhir dari pelatihan ini adalah stool hasil kreasi ibu-ibu anggota bank sampah sejahtera.

1

 

 

234