Kemenparekraf Mengajak PPKwu LPPM UNS dalam Penyusunan RPP tentang Sistem Pemasaran Produk Ekraf Berbasis KI

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

_MG_6503-min(1) Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Sistem Pemasaran Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual kerjasama antara Direktorat Regulasi, Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ dengan Pusat Pengembangan Kewirausahaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (PPKwu LPPM UNS) yang bertujuan untuk menyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Sistem Pemasaran Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual. RPP tersebut menjadi satu kesatuan dengan Naskah Akademik (NA) yang merupakan hasil penelaahan terhadap prinsip-prinsip hukum yang mengatur tentang sistem pemasaran produk ekonomi kreatif berbasis kekayaan inteleksutal di Indonesia.

Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan diantaranya tahap pengumpulan data dilakukan dengan metode Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) baik secara luring maupun daring. Penentuan lokasi luring dipilih Jogjakarta dan Bandung dengan memperhatikan rekomendasi dari BNPB terkait dengan masih adanya pandemic COVID-19 di Indonesia. Sedangkan narasumber yang berada diluar dua kota tersebut akan diundang untuk berdiskusi melalui Zoom Meeting.

Selanjutnya adalah tahap Pembahasan dengan Tim Antar Kementerian (TAK) melalui Rapat-rapat Pembahasan Naskah Akademik RPP yang akan dilakukan baik secara luring maupun daring. Masukan-msukan pada saat rapat TAK akan digunakan untuk memperbaiki dan memfinalisasi output kegiatan. Kemudian kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu penyusunan laporan akhir kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Penyusunan RPP (Data Awal) diadakan di Hotel Best Western Premier pada tanggal 29 Juli 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk Menyusun draft awal naskah akademik dan RPP sebagai panduan dan acuan pada saat tahap pengumpulan data. Kegiatan ini menghadirkan oleh narasumber dan pembahas dari kalangan Dinas atau Pemerintah Daerah, Praktisi, akadmisi, dan tim UNS selaku tim penyusun.

Selanjutnya Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pengumpulan Data dilaksankan di Yogyakarta dan Bandung, tepatnya Hotel Harper Malioboro pada tanggal 13 Agustus 2020. Sedangkan, pada Kota Bandung dilaksanakan di Hotel Aston Tropicana Bandung pada 20 Agustus 2020. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengumpulan data yang perdana dan dihadiri oleh jajaran Kemenparekraf/Baparekraf khususnya dari Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Dinas atau Pemerintah Daerah terkait, Akademisi, praktisi ekraf, dan seluruh tim UNS selaku penyusun.

IMG_8393-minSetelah dari rangkaian kegiatan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Tim Antar Kementerian (TAK) ini dilakukan secara pola diskusi kelompok terpumpun dengan menghadirkan tim antar kementerian antara lain pada unsur Pemerintah di bidang hukum (Kemenkumham), Kementrian/Lembaga terkait substansi (Kemenkomarves, Kemenkoekon, Kementerian PPN/BAPPPENAS, Kemenkeu, Kemenperin, KemenkopUKM, Kemenaker, Kemendikbud, Kemendag, Kemenkumham, BKPM, LIPI), perancang peraturan Perundang-undangan, dan ahli hukum. Kegiatan DKT pembahasan antar kementerian ini dilaksanakan sebanyak 3 kali, yaitu pada tanggal 12 November 2020 di Novotel Hotel Tangerang untuk TAK 1, tanggal 23 November 2020 untuk TAK 2 di Hotel Westin Jakarta, dan terakhir di Hotel Ayana Midplaza Jakarta pada tanggal 30 November 2020 untuk TAK 3.

Setelah dilaksankannya Pengumpulan Data dan Pembahasan Antar Kementerian/Lembaga, dilanjutkan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini dengan menghadirkan tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan tim penyusun UNS. Kegiatan DKT Monitoring dan Evaluasi ini dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2020 di Hotel Alila Solo. Adapun hasil dalam kegiatan ini, dari Rancangan Peraturan Pemerintah yang telah disusun sudah bagus, namun perlu beberapa poin-poin untuk dipertajam.