Memanfaatkan Pekarangan untuk Berwirausaha

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dalam rangka monitoring evaluasi Program PMW, beberapa peserta telah dilakukan kunjungan oleh tim dari PPKwu LPPM UNS. Salah satu peserta yang tealh dikunjungi yaitu usaha pembibitan, pembesaran dan pengepulan jahe. Usaha tersebut dilakukan oleh Tangke Darihan Hanggata, dengan lokasi usaha di Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi. Dari hasil wawancara usaha tersebut telah berjalan beberapa bulan dan telah menghasilkan bibit jahe. Akan tetapi dalam perjalanannya ternyata usaha tidak berjalan lancer, hal ini ditandai dengan adanya penurunan harga bibit yang pada awalnya diprediksi sebesar Rp. 25.000 kemudian turun menjadi Rp. 15.000. Hal penurunan harga tersebut tentunya akan mempengaruhi keuntungan. Meskipun demikian ternyata saudara Tangke Darihan Hanggata tidak patah arang, meskipun usaha jahenya sedang mengalami kelesuan dia tetap termotivasi untuk tetap berwirausaha. Alternatif yang Ia jalankan yaitu dengan mengalihkan modal usaha dari program PMW untuk menjalankan usaha dalam bidang lain. Usaha lain yang ia jalankan yaitu usaha konveksi untuk menyediakan pakaian ataupun seragam.

Pucuk dicinta ulampun tiba, begitulah pepatah yang mungkin tepat untuk saudara Tangke Darihan Hanggata karena dengan usaha konveksinya tersebut ternyata sudah banyak pelanggan yang membeli seragam dari usahanya. Salah satu contohnya beberapa UKM telah menjadi langganannya untuk membeli seragam bagi karyawan-karyawannya. Jadi, saat ini Tangke Darihan Hanggata yang baru saja lulus dari Fakultas Teknik UNS telah memiliki dua usaha. Program PMW memang diharapkan mampu mencetak wirausaha baru yang berdaya saing. PPKwu LPPM UNS senantiasa terus mendorong lahirnya wirausaha baru, khususnya yang berasal dari lingkup mahasiswa UNS.