OPTIMALISASI URBAN FARMING DI KELOMPOK WANITA TANI JOYOTAKAN

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Foto 1 Foto 3 Foto 4

Urban farming merupakan kegiatan budidaya pertanian di perkotaan yang memanfaatkan lahan sempit yang ada. Salah satu pelaku urban farming di Surakarta adalah KWT (Kelompok Wanita Tani) Joyotakan. Kegiatan urban farming di Joyotakan pada dasarnya sudah mendapat banyak dukungan dari pemerintah. Akan tetapi, karena kurangnya pengetahuan mengenai budidaya pertanian yang benar menyebabkan infrastruktur yang dibangun dari dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah tidak efektif. Oleh sebab itu diperlukan pendampingan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya pertanian. Pusat Pengembangan Kewirausahaan LPPM UNS melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan lahan dan infrastruktur yang ada untuk kegiatan Urban Farming. Kegiatan tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Joko Sutrisno, MP yang beranggotakan Dr. Ir. Eddy Triharyanto, MP dan Dr. Lv Ratna Devi Sakuntalawati, M.Si. adapun rangkaian Kegiatan dalam program tersebut yaitu pelatihan inclass Budidaya tanaman dan platihan outclass cara penanaman tanaman obat yang baik dan bener. Selain pelatihan dan pendampingan budidaya, perbaikan rumah kaca juga dilakukan guna mengembalikan fungsi dari rumah kaca sebagai fasilitas budidaya yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Foto 2

Hasil dari pendampingan dapat di informasikan bahwa kelompok tani Wanita joyotakan mempunyai tanggapan yang baik dalam mengikuti kegiatan sehingga meninggkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam budidaya tanaman obat. Hal ini terlihat dari tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik.