Pelatihan Manajemen Keuangan Sederhana Dengan Menggunakan Video Simulasi Pencatatan Nota Dan Pencatatan Keuangan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

LPKK Puteri Mandiri merupakan salah satu koperasi perempuan dimiliki oleh Desa Jendi Wonogiri yang bernama LPKK Putri Mandiri. Lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (LPKK) Puteri Mandiri adalah salah salah satu lembaga pemberdayaan yang telah berdiri pada tahun 2011 di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Anggota LPKK Puteri Mandiri terdiri dari ibu-ibu yang memiliki usaha mandiri dalam mengoptimalkan sumber daya alam di daerah sekitar seperti pembuatan getuk goreng, jamu-jamuan, jamur krispi, tempe kripik, dan lain-lain.

Berbagai bentuk pendampingan telah diberikan kepada LPKK Puteri Mandiri sejak 2012, khususnya terhadap pengembangan kualitas dan diversifikasi produk serta pemasaran. Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak diikuti dengan perbaikan administrasi khususnya administrasi keuangan. Saat ini administrasi yang dilakukan di LPKK Puteri Mandiri masih mengandalkan pencatatan secara manual. Hal tersebut mengakibatkan sering terjadi ketidaksesuaian antara pencatatan dengan kondisi riil keuangan yang dikarenakan salah dalam menghitung secara manual.

PPKwu melakukan pelatihan manajemen keuangan sederhana dengan menggunakan Video Simulasi Pencatatan Nota Dan Pencatatan Keuangan untuk LPKK Puteri Mandiri Wonogiri. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah koordinasi langsung dengan koordinator LPKK Puteri Mandiri pada  tanggal 08 Oktober 2020 dengan menyerahkan buku laporan keuangan manual dan pelatihan secara daring dengan memberikan video simualsi penggunaan laporan keuangan manual. Penggunaan video simulasi ini dinilai cukup efektif dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi pengurus LKPP Puteri Mandiri. Pelatihan dilakukan dengan memberikan video simulasi yang didalamnya terdapat tata cara memasukan transaksi ke dalam nota dan laporan keuangan sederhana berupa cash flow. Strategi ini dipilih karena keterbatasan pandemi covid-19 yang mengakibatkan tidak bisa bertemu langsung dengan peserta pelatihan.