PENDAMPINGAN BUDIDAYA BAWANG PUTIH DENGAN BAHAN TANAM BERUPA UMBI UDARA

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

dd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bawang putih (Allium sativum L) merupakan komoditas hortikultura unggulan yang penting di Indonesia. Kebutuhan bawang putih tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan sesuai dengan tingginya permintaan pasar. Saat ini produktivitas bawang putih rendah sehingga tidak mampu mengimbangi harga bawang putih dipasar, hal ini disebabkan karena bawang putih Impor mempunyai kualitas yang besar dengan harga yang lebih murah. Salah satu penyebab rendahnya produktifitas bawang putih disebabkan karena mutu bahan tanam. Bahan tanam yang digunakan oleh petani berupa umbi konsumsi yang ditanam secara turun temurun selama puluhan tahun lebih yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas umbi sebagai bahan tanam.

Dr. Ir. Eddy Triharyanto, MP dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret beserta Kelompok Tani Maju yang diketuai oleh Bapak Bejo berupaya mendapatkan bahan tanam berkualitas yang terbebas dari virus, yaitu dengan pemanfaatan bahan tanam dari umbi udara. Umbi udara (bulbils) merupakan umbi yang terbentuk dari bagian lain dari tanaman di atas permukaan tanah yang biasanya dari node aksila pada batang, dan pada keadaan tertentu dapat terbentuk dari bunga. Kegiatan penyediaan bahan tanam ini dimulai dari tahun 2017 dengan tetua bawang putih varietas Tawangmangu Baru.

Penggunaan bahan tanam umbi udara disosialisasikan kepada para Petani bawang putih Desa Pancot, karanganyar, Jawa Tengah dengan metode diskusi dan praktek atau Demonstrasi Plot terkait cara budidaya tanaman bawang putih dengan menggunakan bahan tanam berupa umbi udara yang telah dilaksanakan pada Tangga 6 September 2020.