Pendampingan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Desa Pranggong Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Desa Pranggong yang berada di kecamatan Andong, Boyolali adalah desa dengan potensi garut yang cukup tinggi. Potensi garut ini kemudian dikembangkan oleh masyarakat melalui program pemberdayaan keluarga dengan mengolah garut menjadi tepung garut sebagai bahan dasar pembuatan berbagai macam aneka pangan. Garut (Maranta arundinacea L.) Arrowroot, West Indian Arrowroot telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu komoditas bahan pangan yang memperoleh prioritas untuk dibudidayakan karena memiliki potensi sebagai pengganti tepung terigu khususnya pada penyandang autis dan down syndrome karena tidak mengandung gluten, selain itu garut merupakan sumber karbohidrat yang memiliki indeks glisemik yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes. Saat ini, kegiatan pembuatan tepung garut memiliki kendala dalam hal produksi, kemasan serta pemasaran. Rendemen yang dihasilkan masih rendah dikarenakan tingkat kehalusan bahan baku yang masih kurang optimal. selain itu, produk yang dihasilkan dikemas dengan penampilan yang kurang menarik.

Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) merupakan salah satu pusat studi yang berada di bawah naungan LPPM UNS.  Dengan visi untuk menjadi pusat riset dan layanan professional unggul dan terdepan di bidang kewirausahaan dan pengembangan bisnis bagi warga kampus dan masyarakat, PPKwu mencanangkan berbagai program untuk mendukung kewirausahaan, antara lain penciptaan calon wirausaha baru alumni UNS melalui program pelatihan dan pemagangan; inkubasi bisnis (untuk merintis usaha dan UKM); dan layanan konsultasi dan pendampingan usaha bagi mahasiswa dan UKM warga masyarakat sekitar kampus UNS. Kegiatan Pengabdian oleh PPKwu bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dan perbaiakan kemasan untuk menarik minat konsumen yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu pelatihan dan pendampingan pada peningkatan kualitas serta kuantitas tepung garut yang selama ini belum dilakukan secara optimal dan dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan sumberdaya serta kesejahteraan Mitra PMK. Kegiatan Yang telah dilakukan yaitu Kordinasi, Sosialisasi, Pelatihan kewirausahaan yang dilakukan secara inclass dan outclass.